Dec 20, 2015

Pertolongan Pertama Pada Gastroenteritis

Tepat seminggu setelah acara liburan kami ke Jogja, saya mendapati Kara panas tinggi hingga 40,8 DC. Saat itu tidak ada tanda-tanda mau flu seperti bersin-bersin atau hidung berair.  Pagi berangkat ke sekolah masih sehat, ceria, dan fit seperti biasanya. Pulang sekolah masih sempat makan siang dan ganti baju. Tiba-tiba ketika sedang bermain dengan Kira saya perhatikan wajahnya mulai sayu. Saya pegang dahinya, demam. Saya ukur menggunakan thermometer, whoalaaa.. sudah 39,8 DC saja. Bocah saya satu ini memang sedikit ajiiib deh. Meskipun paling mungil di keluarga, tapi tenaga dan kemauannya salah satu yang paling besar.  Panas segitu dia masih saja bermain seperti biasa, hanya saja matanya tampak sayu. Tak lama kemudian dia benar-benar tumbang alias lemas. Setelah diukur panasnya sudah 40,2 DC. Astagaaa.. ada apa ini. Cemas tentunya. Karena demam yang tidak ada tanda-tanda tanpa kulonuwun, permisi dulu ini yang sering bikin dag-dig-dug.